Penerapan Aspek Kesejahteraan Hewan Qurban

Hari Raya idul Adha atau Hari Raya Qurban selalu diidentikkan dengan ritual pemotongan hewan qurban.  Ritual tersebut memiliki dua makna yaitu makna ibadah dengan pendekatan diri kepada Allah SWT melalui media hewan qurban yang mau disembelih atau diqurbankan, dan makna social melalui pemberian daging qurban kepada sesama umat muslim, khususnya kaum dhuafa.  Pemotongan hewan qurban di Indonesia selama ini dilakukan secara tradisional, serba darurat, apa adanya dan kurang memperhatikan aspek hygiene-sanitasi, kesejahteraan hewan dan ksehatan lingkungan. Tingginya kesadaran dan niat berqurban penduduk muslim di Indonesia menyebabkan munculnya tempat-tempat penjagalan hewan darurat seperti halaman masjid, halaman sekolah, pinggir jalan, lapangan dan tempat-tempat terbuka lainnya.

Permasalahan lain yang timbul adalah ketersediaan tenaga jagal yang tidak sebanding dengan jumlah tempat pemotongan yang sangat banyak dan waktu pemotongan yang serentak sehingga muncullah tukang jagal-tukang jagal baru yang tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai seperti penyuluhan  dan pelatihan sehingga memungkinkan timbulnya permasalahan baru terutama dari aspek kesehatan manusia dan kesejahteraan hewan.

Kesejahteraan Hewan adalah pemenuhan kebutuhan dasar hewan agar hewan :

  1. Bebas dari rasa lapar dan haus (freedom from hunger and thurst)
  2. Bebas dari ketidaknyamanan (freedom from discomfort)
  3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit (freedom from pain, injury and disease)
  4. Bebas mengekspresikan perilaku alaminya (freedom to express normal behaviour)
  5. Bebas dari rasa takut dan tertekan (freedom from fear and distress)

Titik Kritis Kesejahteraan Hewan Qurban

  1. Pada saat Transportasi :
    • Menggunakan sarana transportasi sebagaimana mestinya (jenis ukuran dan kondisi kendaraan)
    • Memperlakukan hewan dengan baik pada saat memuat (loading) dan menurunkan (unloading)
    • Muatan tidak terlalu padat dan berdesak-desakan supaya hewan/ ternak merasa nyaman.
    • Memperhatikan jarak dan waktu tempuh, pakan dan minum pada saat istirahat.
  2. Persyaratan Tempat Penampungan :
    • Memiliki atap agar hewan terlindungi dari panas dan hujan
    • Luas kandang yang sesuai dengan jumlah hewan sehingga tidak berdesak-desakan
    • Hewan diikat dengan tali yang cukup panjangnya sehingga masih bisa bergerak bebas
    • Dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa pakan secara rutin.
    • Terhindar dari benda – benda dan konstruksi tempat yang dapat mencederai hewan.
  3. Pakan dan Air Minum
    • Tersedia pakan dan minum yang cukup (air minum harus selalu tersedia)
  4. Perobohan Hewan Saat akan Disembelih
    • Dilakukan dengan cara yang baik dan secara tidak kasar (tidak dibanting, diinjak, ditarik ekor, ditarik kepala)
    • Dapat menggunakan teknik perobohan dengan pengikatan tali (system Barley).
  5. Penyembelihan
    • Menggunakan pisau yang tajam dan ukuran yang sesuai dengan jenis hewan.
    • Juru sembelih hendaknya terampil dan menguasai teknik penyembelihan hewan yang halal.
    • Penyembelihan pada setiap ekor hewan dilakukan SEGERA setelah hewan dirobohkan.
    • Penyembelihan dilakukan dengan posisi pada bagian ventral (Bawah) leher (8-10 cm di belakang lengkung rahang bawah). Penyembelihan hewan harus dilakukan secara HALAL menurut syariat Agama Islam, yaitu dengan memutus tiga saluran yaitu saluran nafas, saluran makanan dan saluran pembuluh darah, serta membaca Basmallah ketika menyembelih, dengan sekali potong.
    • Hewan yang dipotong secara halal HARUS dibiarkan selama MINIMAL 2 menit ATAU sampai pendarahan telah berakhir untuk memastikan bahwa hewan sudah benar-benar mengalami kematian otak.
    • Tidak dibenarkan melakukan tindakan apapun sebelum hewan dipastikan telah mengalami kematian otak.

Bagaimana mengetahui hewan telah benar-benar mati sempurna ?

  • Setelah pengeluaran darah (minimal 2 menit), dengan menggunakan ujung jari telunjuk anda, sentuhkan sekilas pada permukaan mata (jangan mendalam). Hewan yang telah mengalami kematian otak TIDAK BOLEH ADA REFLEK KORNEA (HEWAN MENGEDIP)

Hindari hal-hal sebagaimana berikut dalam penyembelihan hewan Qurban :

  1. Penyembelihan disaksikan oleh hewan lainnya (pisahkan tempat penampungan hewan dengan tempat penyembelihan)
  2. Ditonton oleh orang banyak (terutama anak-anak)
  3. Menyebabkan stres hewannya
  4. Mempengaruhi psikologis anak-anak yang menonton proses penyembelihan
  5. Penanganan hewan yang tidak tepat dapat membahayakan petugas dan orang-orang yang menonton
  6. Perlakuan yang buruk terhadap hewan sebelum disembelih karena akan menurunkan kualitas daging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *