Tips Mengkonsumsi Jeroan Sapi Bali

JEROAN Sapi Bali, Makanan Atau Sampah ?

Meskipun dianggap sebagai musuh kesehatan, jeroan merupakan bahan pangan yang kaya protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh. Diperlukan kearifan dalam mengonsumsinya.

Soto babat, sup lidah sapi, gulai otak, paru goreng atau sate hati, . . . . wow. . . lezaaatt . Namun bagi sebagian orang lain, jeroan sering di anggap sebagai biang kerok berbagai penyakit, seperti jantung koroner, stroke atau asam urat. Itulah alasannya mengapa jeroan sering dihindari dan ditabukan.

Jeroan adalah bagian-bagian organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagal. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian, kecuali daging utama,otot dan tulang. Tergantung budaya setempat, jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau sebaliknya, justru sebagai bahan pangan yang mahal.

Di beberapa negara seperti Amerika, jeroan tidak biasa dikonsumsi manusia. Jeroan umumnya dibuang atau untuk pakan ternak karena dianggap membahayakan kesehatan. Namun di beberapa negara , Eropa seperti Italia, Spanyol, Skotlandia, Yunani, Turki dan Rumania, jeroan biasa diolah sebagai salah satu masakan tradisional yang mengguggah selera. Di Inggris jeroan biasa dimasak sebagai steik.

Di Jepang, jeroan ayam biasanya diolah sebagai campuran yakitori, yaitu sate berbahan dasar daging ayam diselang seling kulit, hati, jantung atau ampela, yang dihidangkan bersama sake. Di Brasil, ada menu bernama Churrasco, yakni berupa jantung ayam panggang dan rebusan kacang merah atau kacang hitam dicampur daging dan jeroan sapi. Di Lebanon, jeroan sangat popular dibuat nikhaat, yakni otak kambing berbumbu sebagai isi roti. 

Harus Bijak Megkonsumsi Jeroan Sapi Bali

Jeroan sendiri terdiri dari berbagai bagian yaitu hati, jantung, ginjal, lidah, usus, dan otak. Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam hewan. Senyawa beracun lebih banyak ditemui pada hati, dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Sebab, hati merupakan tempat untuk menetralkan racun di dalam sistem pencernaan tubuh.  Bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya dicuci berulang kali hingga bersih dan direbus sampai matang, baru diolah. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan bahaya.

Hati ayam dan hati sapi berwarna merah agak kecoklatan, lembut, dan mudah hancur, tetapi bi;a dipanaskan akan mengeras. Jantung memiliki serabut, berukuran relatif kecil, lembut dan berwarna merah kecokelatan.  Sementara ginjal berwarna merah tua. Ginjal Kambing memiliki satu cuping. Ginjal hewan yang masih muda sangat lembut dan memiliki aroma khas, sedangkan ginjal hewan yang sudah tua lebih keras, pahit dan berbau amis menyengat.

Selanjutnya adalah babat. Babat merupakan bagian perut hewan ruminansia, seperti sapi. Babat segar berwarna putih kelabu atau krem kehijauan. Di pasaran ada babat berwarna putih bersih. Warna tersebut didapat melalui proses bleaching (pemutihan) menggunakan bahan kimia sintetis. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Bagian jeroan lain yantg tidak kalah popular adalah usus. Usus merupakan organ pencernaan, bermula dari ujung lambung hingga anus. Terdiri dari dua bagian, yaitu usus besar dan usus kecil. Usus sapi berwarna merah kecokelatan, usus ayam kuning kecokelatan. Usus mudah rusak dan terkontaminasi penyakit lainnya. Bila tak segera dibersihkan dari sisa kotoran lebih dari 4 jam setelah disembelih, usus sudah tak layak dikonsumsi. 

Cegah Anemia

Secara umum, jeroan sangat banyak mengandung zat gizi, diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Vitamin utama yang banyak terdapat pada jeroan adalah B kompleks, terutama vitamin B12 dan asam folat. Selain itu, hati juga kaya akan vitamin A, Mineral pada jeroan diantaranya ialah zat besi, kalium, magnesium, fosfor dan seng. Kandungan zat gizi per 100 gram jeroan dapat dilihat  pada………..

Jeroan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan lengkap karena mengandung semua asam amino. Meskipun dianggap sebagai junk food, nilai protein jeroan tak kalah dari daging sapi (20 g/ 100 g), ataupun daging babi (14 g/100g ).

Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan ataupun penggantian sel tubuh yang sudah rusak. Anggapan bahwa protein hanya dibutuhkan anak-anak tidaklah benar, sebab orang dewasa walau berhenti tumbuh memerlukan protein untuk penggantian sel.

Jeroan juga sangat baik untuk memelihara sel-sel saraf agar berfungsi optimal. Kandungan vitamin B12 pada jeroan dapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada otak.

Imbangi dengan Sayur dan Buah 

Meskipun jeroan baik, kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan cenderung obesitas.

Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan. Serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *